Kanker Paru Paru Akibat Merokok

Kanker paru-paru (bronchogenic carcinoma) merupakan penyebab tertinggi kematian di dunia, umumnya prognosisnya dengan buruk. Kanker paru biasanya tidak dapat diobati, pengobatan mungkin hanya dengan jalan pembedahan, di mana sekitar 13% dari pasien dengan pembedahan mampu bertahan selama lima tahun. Metastasis penyakit biasanya timbul dan hanya 16% pasien yang penyakitnya dapat dilokalisasi pada saat diagnosis (Boring 1994). Dikarenakan terjadinya metastasis, maka penatalaksanaan medis kanker paru paru sering kali ditujukan untuk mengatasi gejala (paliatif) dibandingkan dengan penyembuhan (kuratif). Diperkirakan 85% dari kanker paru paru terjadi akibat merokok. Oleh karena itu, pencegahan yang paling baik adalah ‘jangan memulai merokok”.

Kanker paru lebih sering ditemukan pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko terjadinya kanker paru secara proporsional sesuai dengan jumlah rokok yangg dihisap. Kelompok yang mengurangi jumlah rokok yang dihisap (misalnya dokter) akan memperlihatkan pula penurunan angka kejadian (incidence rate) kanker paru.

Tak heran dari survei yang di dapat banyak orang meninggal karena kanker paru-paru. Apa sebenarnya penyebab kanker paru-paru? Apakah ada kaitannya dengan merokok? Ternyata dari dara medis, lebih banyak orang meninggal karena paru-paru akibat merokok daripada kanker karena penyebab lain dan penderitanya pun tidak hanya laki-laki, tetapi sudah banyak perempuan yang terkena kanker paru-paru karena merokok.

Jaringan paru-paru normal adalah elastis dan berwarna merah tua, sedangkan jaringan paru-paru orang yang merokok lembek dan berwarna kehitam-hitaman, karena mengandung partikel-partikel karbon yang mengakibatkan saluran-saluran pernapasan tersumbat.

Merokok dapat mengganggu bronkus, penyempitan bronkiolus, dan mengakibatkan sedikit pembengkakan pada jaring-jaringan. Rangsang asap rokok menyebabkan peningkatkan lendir dan cairan lain, karena asap rokok memperlambt gerakan bulu-bulu getar (cilia) di bronkiolus, sehingga kemampuan cilia dan lendir untuk mengeluarkan polutan berkurang.

Gangguan pada alat pernapasan selain disebabkan karena merokok ada gangguan yang disebabkan beberapa faktor antara lain sebagai berikut :

1. Pembengkakan kelenjar limfa (amandel, polip dan adenoid) yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dari rongga hidung hingga tekak.

2. Penyempitan saluran pernapasan
a. Bronkitis merupakan peradangan saluran pernapasan (trakea, bronkus dan bronkiolus).
b. Renitis adalah peradangan pada rongga hidung dan sinusitis adalah peradangan rongga hidung sebelah atas.
c. Pleuritis merupakan pembengkakan pada selaput pembungkus paru-paru (pleura).

3. Gangguan dinding alveolus
Tuberkulosis merupakan tumbuhnya bintil-bintil kecil pada dindind alveolus yang menghambat difusi O2 dan CO2 yang disebabkan oleh bacterium tuberculosis.

4. Gangguan sistem transpor
a. Anemia: merupakan gangguan pengangkuran oksigen dan karbondioksida karena kekurangan eritrosit (hemoglobin).
b. Asfikasi merupakan gangguan pengangkutan oksigen ke jaringan dan penggunaannya oleh jaringan sebagai akibat Hb mengikat CO dan sianida.

5. Gangguan sistem pernapasan
a. Faringitis merupakan infeksi pada faring oleh kuman penyakit.
b. Tonsilitis merupakan infeksi bakteri pada tonsil
c. Dipteri merupakan infeksi trakea oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae
d. Emfisema merupakan sesak pernapasan bukan karena infeksi, tetapi karena perluasan alveolus yang berlebihan.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Paru Paru and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.