Kanker Paru Paru Stadium 4

Kanker paru bisa dibilang sebagai pencuri kehidupan. Kanker ini tersembunyi di buli paru. Sulit dilacak. Kalaupun kemudian diketahui, ia sudah merusak ke bagian lain tubuh dan sudah sulit dibasmi.

Menurut Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI-RS Persahabatan Menaldi Rasmin, kanker paru sulit dideteksi karena letaknya di dalam. Maksudnya, di paru yang terletak di rongga dada. Gejalanya pun tidak spesifik, hanya berupa batuk.

Kanker paru, seperti halnya kanker lain, merupakan akibat abnormalitas sel yang membelah tak terkendali. Sel kanker paru biasanya menyebar ke kelenjar anak ginjal, hati, otak, dan tulang. Kanker paru dapat timbul di bagian mana pun dari paru. Namun, 90-95 persen bermula dari sel epitel, yakni sel yang melapisi bronkus dan bronkioli.

Penderita kanker paru memiliki gen yang cenderung bermutasi jika berinteraksi dengan zat karsinogenik (penyebab kanker). Keyakinan ini diperkuat dengan hasil pemetaan genetik manusia (human genom project) tahun 2005. Dari hasil pemetaan itu dibuktikan bahwa gen tertentu berasosiasi dengan penyakit tertentu di kemudian hari.

Pemicu kanker paru utama adalah asap rokok. Hampir 90 persen kanker paru, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif, disebabkan oleh rokok. Asap rokok mengandung 4.000 senyawa kimia, banyak di antaranya terbukti menyebabkan kanker. Senyawa utama yang bersifat karsinogenik adalah nitrosamin dan hidrokarbon aromatik polisiklik. Pemicu lain adalah asbes, gas radon, polusi udara dari asap kendaraan, dan industri.

Menurut Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI-RS Persahabatan Anwar Jusuf, gejala kanker paru biasanya berupa batuk, berat badan turun, serta tidak nafsu makan. ”Hal itu sama dengan gejala penyakit lain, seperti tuberkulosis atau pneumonia.”

Kanker paru umumnya ditemukan pada stadium III atau stadium IV. Pada stadium III, sel kanker masih di rongga dada, tetapi sudah melewati paru. Pada stadium IV, sel kanker sudah menyebar ke organ di luar paru.

Kanker paru didiagnosis lewat pemeriksaan fisik, antara lain sianosis, yakni kebiruan pada kulit, dasar kuku, dan selaput lendir. Ini merupakan tanda kekurangan oksigen akibat penyakit paru kronik. Pemeriksaan lain lewat rontgen dada. Hal ini hanya menunjukkan daerah mencurigakan, tetapi tidak bisa untuk memastikan bahwa bintik yang ada merupakan kanker.

Stadium kanker merupakan ukuran sejauh mana kanker menyebar dalam tubuh (Grafis). Stadium mencakup evaluasi ukuran kanker dan penetrasi ke jaringan dan kelenjar getah bening di sekitarnya.

Penetapan stadium penting untuk menentukan pengobatan kanker. Selain itu juga bisa untuk memprediksi harapan hidup penderita. Makin tinggi stadium kanker, makin rendah harapan hidup penderita.

Pengobatan kanker paru antara lain dilakukan dengan operasi (pada stadium I dan II), radioterapi, kemoterapi, krioterapi (operasi beku) dan brakiterapi (penanaman keping radioterapi dekat jaringan kanker).

Terapi lain adalah terapi target dengan obat seperti erlonitib dan gefinitib yang menyasar pada protein yang berperan dalam pembelahan sel. Terapi lain memanfaatkan obat antiangiogenesis (bevacizumab) yang menghambat pembentukan pembuluh darah baru di jaringan kanker. Selain itu, ada juga terapi fotodinamik, ablasi radiofrekuensi, serta imunoterapi menggunakan campuran antibodi dan vaksin.

Secara statistik, harapan hidup mereka yang didiagnosis kanker paru stadium IV adalah beberapa bulan sampai beberapa tahun. Umumnya kurang dari satu tahun.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Paru Paru and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>